Rabu, 13 Maret 2013


Rectangle Love : Part 1A
Author :
Cast :
Oh Se Hun
Jessica Jung
Krystal Jung
Kim Jongin
Main Cast : Other EXO member, Mrs. Jung (Krystal and Jessica mom), Kim Yu Ra (Jongin’s Noona), Kang Jo Gyeol ( Kang SAM+ Jo ahjussi) and other
Genre : Friendship, romance, family, sad
P.S : Warning typo!
Keterangan : Disini ceritanya Sica sama Krystal kembar yaaa’-‘)b tapi, tetep Sica yang lebih tua.
***************************
“Perjalinan sahabat akan terbentuk, cepat atau lambat. Tak pernah tau arah persahabatan ini. Cintakah? Aku akan menunggu sampai akhirnya.”-Krystal
Author POV
Hari ini Seoul English School kedatangan dua murid baru. Dua orang yang mempunyai hubungan dekat. Mereka adalah saudara kembar. Murid baru itu adalah Jessica Jung dan saudari kembarnya Krystal Jung. Mereka berasal dari Amerika. Jessica adalah gadis cantik berambut blonde seperti Barbie, manis, cerdas, baik, dan… SENSITIF!. Sedangkan, saudari kembarnya, Krystal berambut coklat, tinggi, cantik, dan... KASAR!. Namun, walaupun mereka berbeda mereka jarang sekali bertengkar. Mereka, saling menerima dan menghargai kelebihan dan kekurangan masing-masing.
*******************************
“Unnie ya palli! Aku tidak mau kita telat di hari pertama sekolah”
Krystal berteriak dari lantai bawah.
“Ne ne, arra arra chankkaman, bersabarlah”
Jessica pun menuruni tangga.
“I’m ready” Jessica mengedipkan sebelah matanya kearah Krystal
“Palli unnie”
Krystal menggandeng tangan Jessica. Mereka pun memasuki mobil.
***********************************
“Tumben sekali kau mengajakku, biasanya kau akan menyuruhku berangkat naik mobil sendiri” kata Sica
“Tak apa-apa, lagipula kurasa supir barumu akan telat hari ini” jawab Krystal.
“New Driver? Why? Is Sanwoo stop?” tanya Sica.
“ Kurasa begitu, mungkin akan mulai bekerja besok”
“Oh, good. I can’t always be in your car sist”
“Haha, why? It’s nice”
“I don’t know. But truly, all things in your car are pink. Doesn’t it like something weird?”
“Well, just enjoy it sist. All things in your car is Barbie and Hello Kitty. Does it same?”
Sica hanya tertawa pelan.
********************************************
Mereka pun sampai di sekolah baru mereka.
“Sica, kau urus surat di kantor administrasi arra? Aku akan ke ruang kepala sekolah untuk mengambil beberapa buku dan jadwal aktivitas sekolah” kata Krstal.
“Arra, setelah selesai  bertemu di.. hmm.. di.. nah di situ di taman itu”
“ne!” Krystal mengangguk.
Mereka pun meninggalkan lapangan parkir dan menuju ke tempat yang sudah direncanakan.
           Krystal berjalan menyusuri koridor, mencoba mencari letak ruangan kepala sekolah. Saat ia menyusuri koridor, seorang namja menyapanya.
“Annyeong” sapa namja itu
“Heuh.. Ye, annyeong” balas krystal
“Murid baru? Cari kantor kepala sekolah?” tanya namja itu.
“Ye”
“Oh, iya Choneun Oh Se Hun imnida, nuguseyo?” tanya sehun lagi.
“Choneun Krystal Jung” Jawab Krystal
“Yeppeo, mau kubantu?”
“Boleh, gomawo sebelumnya”
“Ne”
Hati Krystal berdegup kencang melihat perilaku namja yang baru ia kenal ini.
‘Namja yang baik’ batin Krystal.
“Nah, ini dia ruangannya” Sehun menunjuk ruangan berpintu coklat.
“Temani, aku tak berani”
“Ne, kajja” Sehun membukakan pintu.
“Gomapta”
“Kang SAM ( atau kepanjangannya Seongsangnim) Annyeong haseyo” Sehun membungkuk kearah Kang SAM.
“Ye ye ye, wae Sehun? Sesuatu terjadi di kelas?” tanya Kang SAM
“Annio SAM, hanya saja aku ingin mengantarkan seseorang”
“Nugu?”
“Annyeong Haseyo Seongsangnim” Krystal tiba-tiba muncul(?) dari belakang Sehun.
“Aigoo yeppeoda, nuguseyo?”
“Choneun Krystal Jung, SAM”
“Krystal Jung? Jung Soo Min……” kalimat Kang SAM terpotong oleh ucapan Krystal
“Ne, seongsangnim, aku anak Jung Soo Min”
“Aigoo, lama tidak bertemu SooJung-sshi”
“Eh?”
Krystal dan Sehun menjadi bingung
“Lupa eoh? Nan Kang Jo Gyeol, ingat?” Kang SAM mengingatkan
“Ne arra arra, Jo ahjussi jal jinaeyo?” Krystal langsung membungkuk kearah Kang SAM.
“Jal Jinae, kau murid barukan? Mau ambil buku dan jadwal aktivitas?”
“Ne ahjuss oops.. SAM I mean”
“Kembaranmu juga disini?”
“Ye, dia sedang mengurus surat-surat di Administrasi”
“Oh, ne. Chankkaman, Seol Mi ambilkan buku diatas meja” Kang SAM memberi perintah pada asistennya.
“Ini SAM, ada lagi?”
“ne, the schedule, please” ujar Kang SAM dengan Bahasa Inggris
“This SAM, need something again?” Seol Mi balas dengan Bahasa Inggris sambil menyerahkan beberapa lembar kertas HVS.
“No, Thanks” Kang SAM mengambil lembar-lembar kertas tersebut.
“Nah, ini buku-bukunya dan jadwal aktivitas. Disini kita akan memakai Bahasa Inggris setiap hari senin, rabu, dan jum’at. Itu tidak wajib, tapi harus tetap dijalankan walau hanya 1-2 kata saja” Kang SAM memberi beberapa panduan. “Seragammu dan Soo Yeon maksudku, Jessica ada di loker Siswi, Sehun bantu Soojung ekhm Krystal keliling sekolah ya, tapi ketika bel masuk langsung kembali kekelas.” lanjutnya.
“Ne, SAM” ujar Krystal dan Sehun bersamaan.
“Sehun, temani aku ke taman, ne?”
“ne”

*Sementara itu*
Seorang yeoja menyusuri lorong sekolah, ia masih mencari ruang administrasi. Jessica. Setelah cukup lama, ia menemukan ruangan administrasi. Ia mengurus beberapa surat pindah, data siswa, dan lainnya. Setelah itu ia keluar dari ruangan itu. Ia menghela napas panjang. Tiba-tiba……

DARRRRR!!!!
Seorang namja mengagetinya dari belakang.
“HAH!” Jessica berteriak kaget.
“Annyeong, welcome to Seoul English School. Have fun here” namja itu tersenyum manis.
“Hh.. Annyeong. Thanks… Tapi, kau mengagetkan aku”
“Hehe, mian. Oh, choneun Kim Jong In imnida. Panggil aku kkamjong”
“Kkamjong? What’s that mean?” Sica heran.
“Kkamjong, kkaman jongin, black jongin. Understand?? Because I’m the sexiest black skin hahaha”
“Uh, Ne, choneun Jessica Jung imnida, bisa panggil aku Jessie atau Sica”
“Sica, aku lebih suka Sica, terdengar polite dan sweet” Jongin menggombal.
“Heuh… terserah apa katamu kkamjong” Sica meremehkan.
“Oh, dan kau tau Sica kau adalah satu-satunya yeoja yang beruntung-tentu saja selain umma dan noona ku-yang bisa memanggilku kkamjong” Jongin merangkul pundak Sica.
“Jinjja? Kau… heuh gojimal…” Sica menghela napas.
“Anni, aku serius” Jongin memasang wajah seriusnya.
“Sudah jangan begitu, kau terlihat jelek kkamjong-ah”
“Baiklah”
“Kkamjong, temani aku ke taman ya, aku ada janji dengan adikku”
“Ne, chingu”
-Taman-
Sica dan Jongin sudah sampai di taman.
“Yah, Krystal eodiseo?” Sica mencari-cari keberadaan Krystal.
“Mungkin, dia belum sampai” kata Jongin.
“heuh, memang sudah kuduga” Sica merogoh sakunya dan mengeluarkan iPhone-nya.
“Ya! Jung Soo Jung eodiga?” Sica sedikit berteriak
“Haish, kau bahkan tak menyapaku. Unnie, mian aku harus menyerahkan Data Siswa Baru ke kantor kesiswaan” Kata Krystal dari sebrang telephone
“Jeongmal? neo gojimal aniya?(kau tidak berbohongkan)”
“Unnie, you didn’t believe me?”
“arra, arra I believe you. Palli ne”
“Ne unn”
Flip.. sica menutup telponnya
“Untung saja dia kembaranku, kalau bukan”
“Sudahlah lebih baik kita tunggu saja” Jongin mengajak Sica duduk di kursi panjang berwarna putih.
*beberapa saat kemudian*
“Unnie!!” panggil Krystal dari kejauhan.
“Krystal!”
“Sudah lama menunggu?” tanya Krystal.
“I have been here in 15 minutes, it’s okay”
“Seriously?! Heung.. totally sorry sis”
“I said it’s okay Soojung” sica tertawa pelan.
“Hahaha okay Sooyeon” Krystal ikut tertawa.
“annyeong”sapa Krystal pada jongin, yang baru saja menyadari keberadaan Jongin.
“Annyeong” balas Jongin.
“Nuguseyo?”
“Choneun Kim Jong In imnida, kau bisa panggil aku kkamjong. Kau orang yang pertama memanggilku kkamjong di sekolah ini Krystal-sshi’ jongin memperkenalkan dirinya.
“Jinjja?!” Krystal terkejut.
Mendadak Sica tertawa , bagaimana tidak. Jongin mengatakan hal yang sama padanya di koridor tadi.
“Hhh, Gojimal kkamjong-ah” Sica menepuk bahu Jongin. “Jangan semudah itu percaya padanya, dear. Dia itu tukang modus” Sica merangkul bahu Krystal.
“Arraseo Arraseo” Krystal mulai tertawa.
“Nan, gojimal anniya” Jongin setengah berteriak. Namun, Krystal dan Sica malah pergi meninggalkannya.
“Lalala.. Gojimal gojimal” Krystal dan Sica bersenandung bersamaan.
“Tunggu” seorang namja memanggil mereka dari belakang.
“Sehun?!” Krystal kaget.
“nugu?” Sica bertanya pada Krystal.
“Oh Sehun teman baruku”
“oh” Sica hanya ber-oh.
“Eodiga?” Sehun bertanya pada Krystal.
“Kan, aku sudah bilang untuk menungguku di kelas” Krystal menghela nafas.
“jeongmal? Aku lupa mian” Sehun tersenyum.
“Gwenchana, ayo ke kelas.”
Baru saja mereka ingin melangkah.
“Krystal ya! Sica ya!” seseorang lagi-lagi memanggil mereka,
“Nah, tukang modus datang” Sica tertawa pelan.
“Ya! Kah..lianhh..tegahh.. sekalihh” jongin ngos-ngosan.
“Mian Kkamjong aku tak bermaksud, Sica unnie menarikku” Krystal membela dirinya.
“Arra arra,n neo unnie michyeoseo eoh??” Jongin mengejek Sica.
“Mwoya?! Kita baru kenal dan kau bilang aku gila? Heuh yang benar saja” Sica mengelak.
“Kkamjong-ah kau menggoda murid baru? Lagi?” tegur Sehun.
“Oh, sehunnie. Kau disini eoh?” Jogin mencoba mengalihkan pembicaraan.
“Jonginnie, kau tak boleh begitu arraseo!” Sehun menggetok(?) kepala Jongin.
“Kyaa Sehunie, appo!. Ne ne arraseo arraseo” Jongin mengusap kepalanya yang sakit.
“Kajja, kita kekelas” ajak Sica
“Chankkan, kalian di kelas X IPA 1?” tanya jongin.
“ne wae?” kata Krystal.
“Oke sip. Kita berempat sekelas!” Sorak Jongin.
“aku tau” seru krystal dan sica dengan polos.
“aku juga tau” seru sehun. Kemudian mereka bertiga meninggalkan Jongin.
“Apa ini, mengecewakan sekali”Jongin menghela nafas panjang.
“hei hei.. mana mereka? Aku ditinggal lagi? YA! EODIGA!!! TUNGGUUU WAIT FOR MEEE”
Sehun, Krystal, dan Jessica tertawa puas

-TBC-
Stop disini dulu ya Chingudeul. Makasih yang udah mau nyempetin waktunya buat baca. Panjang ya? Iya nih author lagi nafsu(?) buat FF panjang-panjang.
Don’t forget RCL

What Is Love : Seoul, I’m back : Part 1
Author : Han Ah Rin
Main Cast :
          Kim Jong In
          Byun Baek Hyun
          Kim Jung Min (OC)
Other Cast :
Other EXO member, Byun Kae Rin (Baekhyun’s Noona) , Joo Myun Gi ( Joo Seongsangnim), Lee An Mi (Jung Min’s new friend), Do Kyung Soo (Baekhyun’s bestfriend), And other.
Genre : Family, Friendship, Romance (maybe)
Song : What is Love(Kor.Version). By: EXO-K Baekhyun ft EXO-K DO
Note : FF ini belong ke Admin. Sedangkan cast-nya belong ke-Tuhan dan orangtua masing-masing
Baikk, FF ini terinspirasi dari lagu duet si DO sama Baekhyun. Ini FF bakal ada banyak episode-nya. Nah, ini episode pertamanya… Hope you like it. Don’t be silent reader please.
---------------------------------------------------------------------------------------------
Haruga machi ilbunchorom neukkyojige mandeulji. Nomanisseumyon yonghwasoge juingong. Nol borodallyoganeun eksyonsinirado jjigeulgot chorom. Nan machi yongungi dwen gotchorom.

Author’s POV
          Pada suatu hari yang cerah di bandara Incheon, Seoul seorang yeoja sedang mengambil barang di bagian bagasi. Ia menunggu dan terus berusaha melihat apakah ada salah satu barangnya lewat. Satu persatu ia mengambil barangnya dan meletakkannya di trolly. Ia berjalan keluar sambil memakai syal-nya. Hari itu sangat dingin di Seoul. Hari pertama musim dingin pada bulan November. Minggu lalu orang tua-nya harus pindah tugas kesini. Karna itu, gadis cantik ini harus meninggalkan teman-temannya di London. Sudah 7 tahun ia meninggalkan Seoul. Semenjak kematian kakek kesayangannya, gadis ini meninggalkan Seoul untuk menghilangkan kenangan buruknya itu. Kakeknya meninggal karna ia meninggalkan kakeknya sendirian di taman saat musim dingin karna ia marah pada kakeknya. Saat ia kembali, Kakeknya sudah meninggalkan dirinya ketempat yang lebih baik. Beberapa keluarganya selalu menyalahkan dirinya. Namun, dia tetap tegar menghadapinya walaupun dia selalu disalahkan atas tingkahnya itu. Dan dialah gadis yang sabar dan tetap tegar sampai sekarang, Kim Jung Min.
          Jung Min sudah berumur 16 tahun sekarang. Ia adalah orang yang paling tegar dan penyabar yang pernah diketahui keluarganya. Seseorang yang tetap bisa tersenyum walaupun sebenarnya hatinya jengkel, kesal dan menangis. Orang yang selalu tertawa setiap harinya. Orang yang sangat setia, selalu ada untuk siapa saja yang membutuhkannya. Tahun ini ia benar-benar kembali ke Seoul. Meneruskan sekolahnya disini, mencari teman-teman baru, menjalani hidup yang baru, dan melaksanakan hidup dan jiwa yang baru.
          Jungmin berjalan menusuri bandara Incheon yang luas.
“7 tahun lalu bandara Incheon tak seramai ini. Seoul tak sepadat ini” gumamnya dalam hati.
“Jungmin-ah” panggil seseorang dibelakangnya.
“Jongin-ah” Jungmin berlari kecil kearah lelaki yang memanggilnya.
“Kyaa bogoshippo” Jungmin memeluk Jongin pelan.
“Harus berapa kali kukatan jangan panggil aku Jongin. Panggil aku Kai, arra”
“Arraseo”
“Good girl”
Kai mengacak rambut Jungmin pelan.
“Ya, rambutku berantakkan”
“Hehehe, mian”
Kai tersenyum kuda
“Jangan tersenyum! Kau tau-kan jika kau tersenyum hatiku bisa luluh dan meleleh dengan cepat seperti es diatas api” Jungmin mencubit keras lengan Kai.
“Kyaaa appooo. Ya, kau ini yeoja macam apa baru pulang dari London jadi seperti ini. Siapa saja teman-temanmu disana. Apakah preman, anak punk, atau mungkin Rock star”
“Anni, temanku orang biasa” Jungmin mendengus kesal.
“Oh, arraseo. Eh, ngomong-ngomong kau mau tetap tinggal disini? Membeku kedinginan?”
“Tentu saja tidak”
“Kalo begitu kajja, kita ke mobil” Kai menggandeng tangan Jungmin
“Kau ini, tidak pernah berubah. Selalu saja menarikku dan menggandeng tanganku”
“Aku… Ingin kau tetap disisiku” ujar Kai tiba-tiba dingin.
“Mwo?” Jungmin tersentak kaget.
“Palli” ujar Kai tetap dingin.

Jungmin’s POV
Ya! Kenapa lagi namja aneh ini. Apakah dia memang tidak pernah berubah? Dia selalu begini setiap aku menyatakan sesuatu tentang kebiasaannya itu. Sungguh, aku penasaran.
Rasanya beribu pertanyaan mengitari otakku soal sahabat baikku ini. Dia tak banyak berubah. Dia masih berkulit coklat dan pesek seperti dulu kkk~. Dan satu lagi dia tetap aneh. Bukan aneh dalam artian apa. Tapi, Kai bisa tiba-tiba dingin dan sensitif pada pertanyaan mengapa dia selalu menarik dan menggenggam tanganku. Aku, merasa tenang ketika dia menggenggam tanganku, seketika aku merasa terbang ke dunia yang indah. Tapi, di sisi lain aku penasaran. Tentang kenapa ia selalu menggenggam tanganku. Setiap aku menanyakannya dia selalu diam dan tiba-tiba menjadi dingin padaku. Tapi, kali ini dia menjawab. Jawaban yang tak terlalu terdengar. Seperti yang kalian tau, Incheon bandara yang ramai. Sedangkan, suara Kai sangat kecil tadi. Tapi aku hanya mendengar 3 kata yaitu : Aku, Kau, disisiku. Yang membuatku semakin penasaran. Akh, apa yang dia katakan. Aku tidak peduli sih. Yang penting aku senang kembali kesini.

Kai’s POV
          Aku melirik Jungmin yang berada disebelahku. Ia sedang melamun menghadap kaca. Kenapa dia sangat cantik hari ini. Tidak, bukan hanya kali ini tapi setiap hari. Tapi, hari ini dia kelihatan berbeda. Dia memakai rok selutut pink dengan banyak rumbai”(?) yang senada dengan baju kaos panjang pastelnya. Kulitnya seputih salju yang turun hari ini. Kenapa, dia sangat cantik dimataku. Selalu. Aku senang ketika dia memelukku tadi. Jujur saja, aku juga merindukannya. Padahal, 3 tahun yang lalu aku baru berkunjung ke London.
          Aku, memiliki banyak kecocokan dengan Jungmin. Pertama, marga kami adalah Kim. Kedua, dia juga suka dance sepertiku. Ketiga, kami juga suka makan Ramyeon.
Keempat, kota impian kami adalah Paris. Kelima, kami ingin masuk universitas Kyunghee :D.
          Aku dan Jungmin akan berada disatu sekolah. Di Seoul Art and Sport School. Aku sangat senang. Tak tau kenapa. Mungkin aku mulai menyukainya.

Author’s POV
          Mereka sudah tiba dirumah keluarga Kim. Tapi, keluarga Kim yang mana? Tentu saja rumah keluarga Jungmin.
        Jungmin dan Kai keluar dari Mobil limousine(bener gak sih tulisannya? Tau ah yang penting ada) keluarga Kim.
“Kai, kamu gak pulang kerumah?”
Jungmin heran melihat Kai yang turun bersamanya.
“Aku juga gak tau. Umma sama Appa-ku yang nyuruh aku kesini”
“Oh, yaudah masuk yuk. Kajja” Jungmin menggandeng tangan Kai.
Deg! Jantung Kai berdetak cepat.
“Ah, eum… ne”
          Mereka berdua memasuki rumah keluarga Kim. Mereka berdua melihat keluarga mereka sedang makan bersama.
“Ummaa, Appaa” Jungmin berlari kecil kearah Umma dan Appa-nya.
“Ya, anak Umma sudah sampai” Umma tersenyum kearah putri tunggalnya itu.
“Kim Ahjumma, Kim Ahjussi. Jal jinae?(Apa kabar?)” Jungmin menyapa orang tua Kai
“Jal Jinaeyo(kabar baik) Ya, uri Jungmin tambah cantik ne” Umma Kai memuji Jungmin.
“Jeongmal? Gomawo Ahjumma ^^” Jungmin tersenyum manis kearah Umma kai.
“Jangan panggil ahjumma. Panggil Umma, arra?”
“Umma?!” jungmin dan Kai tersentak kaget.
“Ne, Umma wae?”
“Annio ahjumma, eum maksudnya Umma”
Jungmin merasa aneh dan merasa apa yang disembunyikan dari kedua orangtua mereka.
“Ada apa ini” batin Jungmin
“Jungmin sayang. Umma habis renovasi rumah kita. Jadi lebih luas kan? Nah, jadi Umma pingin ngajak keluarganya Kai tinggal sama-sama kita.” Umma mengelus rambut Jungmin.
Jungmin seketika tersentak kaget.
“Mwo? Umma yang benar?”
“Tentu saja sayang”